Tue, 07-Sep-2010  


keranjang belanja

 

Support
Saiful
CS-1

Ari
CS-2

Dedi
CS-3

Ian

CS-4

 
 
 
Artikel
 
 
 
 
Banjir Produk Cina
Saat ini barang-barang produksi negara Cina membanjiri negara kita (mungkin juga membanjiri negara lain), dan bahkan mungkin sudah menguasai pasar kita. Mungkin karena harganya yang super murah (bahkan sering nggak masuk akal), walaupun sebagian besar kualitasnya nggak ketulungan. Saya yang orang awam jadi berprasangka buruk, misalnya, apakah pemerintah negara sana melakukan politik dumping, jadi memberikan subsidi ke para produsen sana, lalu produksinya di lempar ke negara lain dengan harga di bawah harga pokok produksi. Untuk sementara tidak apa-apa jual rugi dulu, yang penting bisa menguasai pasar, sehingga produk pesaing (dari negara lain dan negara bersangkutan) pada mati, setelah tidak ada saingan baru menetapkan harga yang wajar, bukan harga rugi.

Herannya yaa kok orang kita mau aja beli barang yang kayak kerupuk gitu dan tanpa standar ISO. Contohnya mainan, kita beli sekarang, besoknya mungkin sudah patah. Atau kita beli stop kontak, seringkali lubang colokannya miring sana sini, tidak bisa dicolok, kalau dipaksa plastiknya retak. Atau kita beli keran air, umurnya paling cuma berapa bulan sudah karatan atau patah, begitu juga dengan handel pintu (bandingkan dengan keran atau handel pintu jaman dulu di rumah Ibu saya, sampai sekarang tidak ganti-ganti dan tidak rusak, umurnya mungkin sudah belasan bahkan mungkin puluhan tahun).

Untuk kalangan menengah atas, mungkin barang produksi Cina tidak pernah disentuh karena mereka hanya mau barang berkualitas buatan Jepang, Amerika atau negara Eropa. Tapi buat mayoritas penduduk Indonesia yang menengah bawah (mungkin 99% ?, nggak tau deh, saya tidak pernah bikin penelitian untuk hitung-hitungan statistik macam itu), barang-barang super murah seperti itu bagai pelepas dahaga di padang pasir (sok puitis !). Mereka (termasuk saya, kecuali di tulisan ini) mana pernah bikin hitung-hitungan umur ekonomis, misalnya kalau beli keran seharga Rp 5.000 buatan Cina cuma bertahan 6 bulan, sementara kalau beli keran buatan non Cina seharga Rp 50.000 bisa bertahan 10 tahun atau lebih. Jadi kalau beli keran buatan Cina, selama 10 tahun kita harus mengeluarkan uang sebanyak 5000 x 2 x 10 = Rp 100.000, jadinya kan lebih mahal ?

Kalau ada produk lokal yang kualitasnya seperti produk Cina, itu hal yang lain lagi buat saya, walaupun harganya mungkin harga yang normal, bukan harga murah yang tidak masuk akal. Ini tidak ada kaitannya dengan jiwa nasionalisme, bukan cuma itu. Tapi ini demi peningkatan taraf hidup penduduk kita juga (termasuk saya). Lagi-lagi saya cuma pakai logika bodo-bodoan saja. Dengan membeli produk lokal, berarti kita bisa membendung invansi produk Cina, dan juga produk negara lain yang masuk ke negara ini, sehingga pengusaha kita tidak mati. Kalau misalnya seluruh penduduk Indonesia hanya mau membeli produk lokal, artinya para produsen kita akan bertambah maju usahanya. Kalau usahanya bertambah maju, misalnya kapasitas produksinya meningkat, kan mereka perlu rekrut pegawai-pegawai baru, jadinya peluang kerja kita juga bertambah, dan pengangguran makin sedikit bahkan bisa habis. Kalau semua orang bekerja, kan mereka punya uang untuk membeli kebutuhan mereka. Nah…mereka lalu bisa membeli barang-barang kebutuhan mereka. Barang-barang yang mereka beli tentunya juga buatan lokal juga. Satu lagi, para pengusaha yang sudah maju itu tentunya membutuhkan bahan baku, nah bahan baku tersebut mereka beli juga yang buatan lokal, sehingga tumbuh pengusaha-pengusaha lain yang membuat bahan baku tersebut. Terus aja berputar seperti itu, jadi ekonomi kita berputar lancar seperti mobil melaju di jalan tol.

Nah, karena para produsen kita sudah tambah maju usahanya, tentunya mereka memiliki dana yang cukup untuk melakukan riset, misalnya untuk meningkatkan kualitas produknya. Jadi hasil akhirnya bisa ditebak, kita menjadi negara yang kaya, makmur, tidak ada pengangguran, dan kita punya barang-barang produksi sendiri dengan kualitas yang bagus dengan harga murah untuk ukuran kita (kan kita semua sudah punya pekerjaan dan punya uang). Kalau barang produksi kita berkualitas prima, kita bisa lempar ke negara lain, dan bisa bersaing dengan produk negara maju, sehingga negara kita tambah kaya.

Masuk akal tidak ?
Ian Prianto
2006-03-19
 
 
 
 
links
music portal
MAGIC TRICK
Ingin meningkatkan traffict pengunjung dan popularity web anda secara cepat dan tak terbatas ..? serahkan pada saya, saya akan melakukannya untuk anda GRATIS !!! klik disini-1 dan disini-2